![]() |
| Minggu pagi di CFD Depok: jalan bersama istri dan anak, menikmati Margonda tanpa kendaraan, sambil menciptakan cerita sederhana yang berharga. (dok/ruangarchan) |
Ruangarchan - Ada alasan mengapa saya senang mengajak istri dan anak berjalan pagi di Car Free Day (CFD) Depok.
Bukan semata-mata ingin mengejar jumlah langkah atau sekadar mencari udara pagi. Ada sesuatu yang jauh lebih sederhana: menghabiskan waktu bersama keluarga tanpa harus terburu-buru.
Minggu pagi itu, kami memilih berjalan di kawasan Jalan Margonda Raya. Jalan yang biasanya dipenuhi kendaraan mendadak berubah menjadi ruang besar untuk pejalan kaki. Anak-anak berlari, orang tua berjalan santai, sebagian warga bersepeda, sementara yang lain berhenti sebentar untuk menikmati jajanan atau sekadar berfoto.
Pemandangan seperti ini sebenarnya sederhana. Tetapi bagi saya, justru di situlah menariknya.
CFD Depok memang dirancang sebagai ruang bagi masyarakat untuk berolahraga dan beraktivitas. Sejak pelaksanaannya, kawasan Margonda menjadi salah satu titik utama kegiatan ini. Pemkot Depok juga menyebut CFD sebagai bagian dari upaya membudayakan olahraga sekaligus mengurangi polusi di kawasan perkotaan.
Jalan Pagi, Tapi yang Dibawa Pulang Bukan Cuma Keringat
Saya berjalan bersama istri dan anak, sesekali berhenti ketika mereka ingin melihat sesuatu.
Ada yang menarik perhatian anak. Ada makanan yang menggoda istri. Ada pula momen ketika kami hanya berdiri, melihat keramaian, lalu mengambil foto bersama.
Lucunya, perjalanan yang seharusnya hanya "jalan pagi" bisa berubah menjadi waktu ngobrol yang justru jarang kami dapatkan pada hari kerja.
Tidak ada televisi. Tidak ada pekerjaan yang harus segera diselesaikan. Tidak ada suara kendaraan yang mendominasi percakapan.
Yang ada hanya kami, jalanan Margonda, dan keramaian warga Depok.
Dan saya kemudian berpikir: mungkin inilah fungsi lain dari CFD yang sering kita lewatkan.
Bukan hanya membuat tubuh bergerak, tetapi juga membuat keluarga punya alasan untuk berhenti sejenak dari rutinitas.
Margonda yang Berbeda Setiap Minggu
Biasanya, Margonda identik dengan lalu lintas dan aktivitas kota. Namun ketika CFD berlangsung, suasananya berubah cukup drastis.
Pada pelaksanaan CFD, akses kendaraan bermotor ditutup pada ruas yang ditentukan, umumnya sekitar pukul 06.00–09.00 WIB. Warga memanfaatkannya untuk jalan santai, jogging, bersepeda, senam, hingga bersosialisasi.
Bahkan ketika jumlah warga sedang padat, suasananya tetap terasa seperti sebuah ruang publik bersama.
Ada anak kecil yang belajar bersepeda.
Ada orang tua yang menemani anaknya.
Ada pasangan yang berjalan berdampingan.
Ada pula orang-orang yang datang sendirian dan menikmati pagi dengan caranya sendiri.
Di sela keramaian itulah saya merasa bahwa CFD Depok bukan cuma tentang olahraga. Ia juga tentang bagaimana sebuah kota memberi kesempatan kepada warganya untuk bertemu.
Saya Pulang Membawa Satu Kesimpulan
Jalan pagi bersama istri dan anak ternyata tidak membutuhkan tempat mahal.
Tidak harus ke mal.
Tidak harus keluar kota.
Kadang, cukup datang ke CFD Margonda Depok, memakai sepatu yang nyaman, membawa air minum, lalu membiarkan pagi berjalan sebagaimana mestinya.
Karena pada akhirnya, anak mungkin tidak akan mengingat berapa kilometer kami berjalan.
Istri juga mungkin tidak akan mengingat jajanan apa yang kami beli.
Tetapi momen ketika kami berjalan bertiga di tengah ramainya Jalan Margonda—tertawa, berfoto dan menikmati Minggu pagi bersama—bisa menjadi kenangan yang jauh lebih berharga.
Bagi saya, itulah cerita sebenarnya dari Car Free Day Depok:
Ketika jalan yang biasanya menjadi tempat kendaraan berlalu, sesaat berubah menjadi tempat keluarga menemukan waktu untuk bersama.
Dan mungkin, Minggu depan, saya akan mengajak mereka berjalan lagi.
Bukan karena harus olahraga. Tapi karena kami punya waktu untuk bersama. (acs)

